Aku Dikasihi Tuhan

Hello 2016!

Mau bilang “Please be nice to me :)” agak kurang tepat karena walau baru setengah bulan berjalan, udah cukup banyak ups & downs yang terjadi. Emang kalau hidup datar-datar aja, nggak asik :P. Setelah melewati beberapa tantangan yg menguras hati, pikiran, dan tenaga di 2015, gw nggak berharap akan mengalami hal yang sama, apalagi di awal tahun.

 

Kejadian kali ini bikin gw mulai paham kenapa kalau orang lagi banyak masalah, makin rajin ke gereja & makin banyak berdoa. Ibaratnya, orang sakit yg perlu ke dokter. Untuk orang sehat kemungkinan besar hanya untuk check-up dan nggak butuh obat setelah konsultasi sama dokter.

Bisa dibilang sepanjang tahun kemarin pergi ke gereja itu jadi bagian dari rutinitas. Kalau rasa males lagi kambuh, gw mengingatkan diri perumpamaan kenapa kita harus makan tiap hari walau lapar lagi, kenapa tanaman disiram terus walaupun kalau lagi panas langsung kering lagi. Biar langsung kering, kalau nggak pernah disiram, lama-lama bakal mati.

I thought last Sunday is the first time that I feel I couldn’t stand to stay throughout the mass. Misa baru mulai aja air mata udah keluar. Supaya nggak makin parah, gw keluar ruangan dan duduk di luar & biarin air mata yang udah nggak bisa ditahan keluar. Sempat kepikiran apa pulang aja cuma mau pulang susah juga karena situasi tempat parkir yang hanya memungkinkan untuk keluar bareng-bareng.

Akhirnya, gw memutuskan balik ke ruang misa. Lucunya, kenapa kotbah pastur hari itu pas banget dengan kondisi yang lagi gw alami. Sampai beberapa kali gw disenggol-senggol sama Nia – abis nggak mungkin kan sambil ngobrol, hehe. Beberapa hal yang cukup berkesan buat gw: Continue reading

Pengalaman Donor Darah (Lagi)

Sebenarnya niat mau donor darah sudah muncul beberapa kali di tahun ini setelah beberapa tahun ‘puasa’ gak donor. Alasannya lebih karena malas dan ragu-ragu dengan tempat donornya (takut kalau jarumnya nggak baru). Donor darah terakhir mungkin sudah 3-4 tahun yang lalu, yang juga bersamaan dengan donor darah pertama Hai-hai. Namun, memulai tahun 2015, niat lama pun muncul kembali. Buat gw, lebih baik jadi pendonor daripada penerima :)

Sebelum Lebaran, gw sempat lihat ada banner acara donor darah di GKI dekat tempat tinggal. Udah ingat-ingat tanggalnya, eh pas hari H malah lupa. Ingatnya pun pas lewat gereja pas gw mau pergi. Pas gw balik, udah lewat jamnya. Well, sebenarnya gw juga sungkan mau masuk ke dalam gerejanya karena kok kayak nggak ada keramaian yang umum ada pas ada program donor darah.

Seiring berlalunya waktu, niat donor darah pun hilang. 😛

Continue reading

Harus ke CS Bolt (Lagi)

Berbekal pengalaman sebelumnya, ke CS Bolt ini tidak termasuk dalam daftar hal-hal yang males gw kerjakan. Apalagi kalau bukan karena nyaris nggak antri.

Paling males kalau ke customer service, eh antrinya seabrek, konsultasinya cuma 5 menit dan barang mesti ditinggal pula. Kalau urusan laptop, mending ke toko lain yang kita bisa nunggu dan lihat selama lagi di-service daripada ditinggal di service center. Udah cukup diceritain kalau setelah ‘sembuh’ dari service center kemungkinan besar selalu ada penyakit selanjutnya gara-gara ada spare part yg ditukar.

 

Kali ini kita mesti pergi ke CS Bolt karena tiba-tiba modemnya nggak dapat signal (harusnya warna biru eh malah warna merah dan nggak berubah-ubah). Baterainya udah dicopot-lepas-copot juga nggak ada perubahan. Kita sempat tunggu 1-2 jaman juga siapa tau memang lagi mati karena mati lampu (kebetulan hari itu nggak mati lampu). Continue reading

Gojek atau GrabBike? ;)

Mau ikutan nulis tentang Gojek dan GrabBike yang lagi booming banget di Jakarta. Nggak nyangka ternyata antusiasme tukang ojek dan penggunanya banyak banget. Sebenarnya, gw nggak pernah begitu merhatiin aplikasi-aplikasi baru yang ada karena pakai aja hampir nggak pernah. Cuma tau sekadar tau.

Akhir 2014 kemarin sempat pas naik taxi, ditawarin supirnya untuk pakai coupon code dia untuk dapat potongan Rp 15.000 (kalau nggak salah) untuk pemakaian pertama. Pas dikasih tau, langsung Nia sama gw semangat pengen coba pas pulang. Pas pulang ini, kita iseng install GrabTaxi terus coba pesan taxi tapiiiiiii……. nggak ada donk taksi yang mau terima job dari kita. Mungkin karena abis hujan besar dan lokasi kita ada di Jelambar!

Setelah beberapa kali trial nggak ada yang mau, kita sempat ditelepon sama operatornya, nanya mau dicariin nggak (suara operatornya kecil banget). Ya tentu saja mau. Setelah beberapa lama mencoba, akhirnya kita minta tolong dipanggilin taxi dari pangkalan terdekat aja, yang penting ada yg mau dan bisa segera pulang.

Menurut gw, enaknya dari aplikasi-aplikasi gini itu kita nggak dikasih HARAPAN PALSU. Begitu kita pesan, kita bisa langsung tahu ada berapa taxi yang available di sekitar kita. Dan, dalam hitungan menit kita langsung tau supir-supir tsb ada yang mau jemput kita atau nggak. Pasti semua pada tau betapa nggak enaknya digantungin, misal: Continue reading

To Go or Not To Go?

Udah Juni aja.

 

Dilema.

Pergi nggak ya bulan ini.

 

Kalau pergi banyak tapinya.

Kalau nggak pergi juga banyak tapinya. :(

 

Benar-benar di luar rencana (dan kesadaran) pas beli tiket. Napsu gara-gara tiket promo sampai lupa kalau udah beli tiket buat minggu depannya. Memang sih, sekalian dipas-pasin pas musimnya. Kalau tahun depan ke sana, masih mungkin nggak ya?

Kalau pergi, tiket mesti diurus, mesti displit karena rombongan ada yg batal pergi. Airport tax mesti dibayar. Mesti alokasi budget, cari penginapan, bikin plan jalan-jalan. Banyak deh PR-nya.

Di sisi lain, banyak yg nggak bisa ditinggal. Banyak pertimbangan.

 

Should or shouldn’t I go?

My Life, My Story, My Opinion, My Idea, My Everything :)