Dokter

Lanjut ah, mumpung lagi semangat nulis, mumpung malam minggu, mumpung lagi nungguin ujan brenti.

Belakangan ini lagi heboh banget kasus kriminalisasi dan malpraktik dokter. Ada macam-macam aksi dokter menanggapi kejadian ini, ada yang doa bersama, ada yg demo, pakai pita hitam, dll.

Abis itu, mulai ‘heboh’ orang-orang komentar tentang dokter-dokter yang komersil, cm jualan obat dan kurang perhatian terhadap si miskin. Untungnya, di tengah-tengah hebohnya berita-berita tentang dokter ini, ada berita tentang seorang dokter di Solo yang umurnya udah 79 tahun.

dr. Lo Siaw Ging justru beda dengan dokter kebanyakan, dia malah marahin pasiennya yang ngotot bayar padahal nggak punya uang. Beliau juga malah bantu biaya obat orang-orang yang nggak mampu tsb. Mengharukan banget. Baca cerita lengkapnya di sini. Hari ini juga ada beritanya di kompas.com.

Jadi dokter entah karena panggilan entah karena melihat peluang karir yang menjanjikan, itu semua balik lagi ke masing-masing individu. Buat kita-kita yang bukan dokter, udah untung ada yg mau jadi dokter kan? Sekolahnya susah dan nggak murah, abis itu kerja tanggung jawabnya berat. Kerja nggak ada jam pastinya, kalau ada panggilan darurat, mau subuh-subuh mau tengah malam, mesti siap sedia. Ada banyak dokter juga yang memang terpanggil untuk melayani di daerah terpencil.

Kalau memang ada yg akhirnya senang kasih resep obat-obat non-generik karena bakal dapat hadiah dari produsen obat, ya itu juga pilihan masing-masing orang. Continue reading

Durian Time!

durian

Senang banget kalau udah musim durian! Makan duren tiap hari deh. Lupakan diet untuk sementara 😛

Durian yg di atas beli murah lho, cm 8rb satunya, memang sih kecil, tapi yang penting isinya enak, hahaha. Abis kalau beli besar suka dapat 1 bagus 2 biasa-biasa aja. Kalau beli yang kecil jadinya nggak rugi-rugi amat 😉

Eh, tapi kemarin beli lagi, berhubung yang jual udah pilihan yg besar-besar, ternyata dari 3 buah yang kita beli: Continue reading

Berkunjung ke Desa Banyumulek, Lombok

Salah satu tempat yang kita kunjungi waktu ke Lombok bulan Juli yg lalu yaitu Desa Banyumulek. Kita ke sini karena searah ke Pantai Kuta, Lombok. Abis dari sini, kita dibawa ke Desa Sukarere dmn kita bisa belajar bikin kain tenun dan nyobain pakaian tradisional Suku Sasak.

Kendi Maling (namanya dapat ngecek di sini abis udah lupa). Berdasarkan cerita pak supir yang kita pakai waktu itu, jadi kendi ini ngisinya bukan dari atas kayak kendi biasanya, tapi dari  bawah. Ini berfungsi banget kalau ada orang jahat yang mau ngeracunin raja soalnya nggak tau cara masukinnya racunnya gimana.

Jadi di dalam kendi ini ada bentuk kerucut biar pas dibalik nggak tumpah dan keluar lagi airnya. Hebat juga yang udah kepikiran kayak gini dari dulu.

Kendi Maling Continue reading

Rambut Baru

Birgita Adelia

Udah sekitar 2 minggu setelah potong rambut

Ternyata rambut pendek lebih enak. Begitu potong langsung berasa ringan banget.

Nggak perlu khawatir pas lihat ujung rambut mulai pecah-pecah.

Nggak perlu khawatir rambut rontok tiap pagi dan malam. Ini yang paling PENTING 😛 . Baru tau kalau rambut panjang itu gampang ruwet padahal udah rajin sisiran.

 

Dari Padang Bai, Bali ke Gili Trawangan, Lombok

Kalau mau ke Lombok dari Bali (dan sebaliknya) bisa pakai 2 cara:

  1. Naik kapal ferry (katanya sekitar 5 jam dan belum sampai ke Senggigi/3 Gili) dengan biaya murah
  2. Naik fast boat (berenti langsung di Senggigi/Gili Air/Gili Trawangan) dengan biaya lebih mahal

Kita kemarin pilih naik fast boat donk, biar langsung sampai ke Gili Trawangan  jadi hemat waktu, nggak perlu repot. Naik ferry kan mesti tunggu kapalnya penuh, sampai di Lombok bisa aja tengah malam, abis itu mesti atur kendaraan pula. Ribet deh. Lagian naik ferry kan udah pernah, menyebrangi selat Sunda, dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera, dan sebaliknya. 😛

Buat naik fast boat ke Lombok, kita perlu ke Padang Bai dulu. Kemarin kita naik Marina Srikandi. Kita berangkat yang jam 11 kalau gak salah. Berangkatnya sih ngaret, jam 12:30an baru berangkat, bukan yang on time banget. Biayanya sudah termasuk jemput dari hotel. Dari Kuta ke Padang Bai lumayan jauh.

Suasana di Padang Bai (jangan bandingin sama Pelabuhan Benoa ya! Di sana mah banyak banget kapal-kapal pesiarnya :) )

Pelabuhan Padang Bai, Bali Continue reading