Shocking News

This post was written on March 9, 2014 and had some revisions.

Dua hari ini perasaan nggak enak banget. Nggak tenang.

Pagi-pagi baca berita tentang hilangnya pesawat Malaysia Airlines dr KL ke Beijing. Pas baca, langsung deg aja di hati, apalagi baru dua minggu sebelumnya ke KL naik Malaysia Airlines. The feel is still there, bisa jadi karena merupakan pertama kalinya naik yg bukan maskapai dr Indonesia. Selama perjalanan gw ngerasa nyaman dan aman, salah satunya karena sejarah penerbangannya,

Gw nggak bisa ngebayangin apa yang dirasakan penumpang yang ada di pesawat itu, mereka pilih naik Malaysia Airlines pasti karena mau penerbangan (tengah malam) yang nyaman. Pengen bangun pagi udah sampai di Beijing. I feel really bad about it. Sampai sekarang, masih cek-cek infonya. Kalau baca info tentang 2 penumpang gelap itu, makin ngeri aja jadinya. (Jadi keingat film mission impossible yang ada bagian sengaja ledakin pesawat itu). Semoga segera ada kejelasan.

The feeling remains for some time. Jadi hobi cek-cek berita terbaru. Beda banget, kayak misalnya tadi siang gw kehilangan semua data ranking di software yang gw pakai karena nggak sengaja klik tombol Delete. I didn’t take it seriously. Sempat sebal aja, tapi abis itu bisa langsung tidur siang  😛

Berita lain yang nggak kalah mengejutkan di hari Sabtu kemarin, pas bangun tidur siang, baca Whatsapp dari mama yang ngabarin kalau salah seorang tante meninggal, sebelum sempat dioperasi.

I feel so bad when hearing the news. She left her family, a husband and 3 children. We all worry about them. We discussed about it for a while. Although it isn’t necessary, we really care about them. I’m quite sure that it’s one of the reasons why I couldn’t get to sleep fast yesterday.  Sometimes, I still couldn’t believe the news.

Seninnya (tanggal 10 Maret) kan gw ada flight malam ke Jakarta dari Palembang. Sebelumnya, 2 kejadian di hari Sabtu itu nggak bakal bikin gw susah tidur, apalagi terbangnya udah jam 10:30-an. Eh nggak taunya pas di pesawat biar udah coba tidur, udah merem aja, tetap aja nggak berhasil buat tidur. Yang ada sampai Jakarta kepala udah pusing dan berat banget karena 2 hari kurang tidur. Untungnya sejak malam itu bisa tidur nyenyak :)

Leave a Comment